“Kalau begitu, kenapa tidak memaafkan saja?” tanyamu malam itu. “Yang pemaaf hanyalah nabi,” jawabku singkat. Kalau bajingan seperti aku ya belum tentu. “Lagian, memaafkan itu kalau terdengar kata maaf. Kalau tidak, ya ngapain?!” sambungku kemudian. “Memaafkan tanpa harus menunggu permintaan maaf itu hanya kepada mereka yang lebih lemah, lebih miskin, lebih goblok, dan lebih tidak…
Year: 2025
Adios Amigo
Di antara tujuh tiga puluh dan delapan pagi. Cuaca tidak begitu cerah dibanding pagi-pagi sebelumnya. Mendung dan cenderung bakal turun hujan sepertinya. Padahal kemarin sore baru diumumkan di grup WA, bahwa pagi ini bakal ada sesi foto bersama. “Apa semesta juga tidak terlalu menyukai hal ini?” batinku. Tidak begitu menyukai momen perpisahan yang akan segera…
Ra Away
“Aku ra away 🙏”, sebuah pesan ku kirimkan kepada teman siang kemarin. Pilihan yang mau tidak mau harus segera diputuskan mengingat waktu sudah mepet dan agenda harus lekas ditentukan, mau bagaimana akhir pekan nanti. Keputusan yang cukup sulit untuk diambil, mengingat PSS sedang berada di dasar titik nadir. Sementara pertandingan tandang besok merupakan pertandingan terakhir…
Lima Dua untuk Ibu
I. Terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih, terima kasih,…
Mudik 2025
Di antara LCGC, minibus, dan juga jetbus antar-kota Di celah-celah padat merayapnya jalur lalu-lintas sepanjang utara Kau lebih memilih berkendara dengan keranda Melanju kencang di jalan bebas hambatan arah surga Sugeng mudik bulik Swargi langgeng #06042025
Ngapusi Ibuk Part Sekian
Pun begitu, kau maafkanku Hingga seratus tahun lagi Karena untukku setiap waktu Engkau berusaha Tuk selalu memaafkanku Hingga seratus tahun lagi Karena untukku setiap waktu Kau masih berdoa Setiap Waktu – Hindia “Le, ojo jahat-jahat!” kata Ibu tiba-tiba beberapa waktu yang lalu. “Nggih,” jawabku singkat tanpa tau konteksnya apa sehingga tiba-tiba muncul kata-kata demikian. Suasana…