Skip to content

Tidurteratur.com

Akibat tidur teratur.

Menu
  • Home
  • Cerita Tidur
  • Insomnia
  • Sajak Pengigau
  • About
Menu

Sabar…

Posted on 19/02/202607/03/2026 by author

“Sabar. Kurangi baca buku kiri, perbanyak baca Qur’an,” saran seorang teman suatu ketika. Aku hanya terdiam kebingungan. Memangnya buku kiri itu yang bagaimana? Atau, memangnya aku punya buku-buku kiri itu? Pertanyaan yang bahkan belum sempat aku sampaikan.

Kenapa membaca harus pilih-pilih? Kenapa tidak boleh membaca yang ini, kenapa harus membaca yang itu? Kenapa harus Qur’an? Memangnya Qur’an tidak lebih kiri dari buku-buku kiri? Atau, kau sedang menuduhku tidak pernah membaca Qur’an? Ya benar juga sih, tapi ya memangnya kenapa kalau begitu? Apa aku sudah merugikanmu? Apakah dosa kalau banyak membaca buku-buku kiri? Kenapa harus dikurangi?

Bukankah dalam Qur’an sendiri, wahyu pertama adalah perintah untuk membaca? Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan! Yang sedangkal pengetahuanku, apapun sumber bacaan itu, baca saja. Asal tetap mengingat Tuhan. Asal demi karena-Nya. Bacalah!

Agak jengkel sebenarnya perasaan dalam hati ketika mendengar kalimat seperti itu. Ya walaupun aku masih tidak paham dengan apa yang dimaksud dengan buku kiri, tapi sebagai orang yang hobi membaca membeli buku, rasanya seperti sedang mengalami book shaming. Kalau buku kiri tidak bagus, maka harus dikurangi. Kalau kitab suci sudah pasti sempurna, cukup baca itu saja. Dua hal yang sebenarnya dari awal sudah tidak apple to apple untuk dibandingkan.

Tapi tak menjadi masalah, aku terima sarannya karena aku merasa cukup mengenalmu. Pasti tidak ada niatan untuk menghakimi bacaan seseorang. Tidak ada maksud untuk melakukan book shaming semacam itu. Prasangka-prasangka yang tidak baik tadi murni karena kebodohanku yang sering mudah terpantik kalau sudah berurusan dengan buku-buku atau baca-membaca. Maaf.

Nasihat yang tidak diminta sebenarnya, tetapi tiba-tiba kuterima di depan muka. Mungkin ketika itu temanku ini juga sedang mencoba membaca. Membaca kenapa sepertinya ada yang tidak biasa, membaca kenapa isi kepala sepertinya penuh akan tanya. Membacaku, sehingga sepertinya perlu sekali untuk melontarkan kalimat bijaksana semacam itu kepadaku. Tidak salah.

Anjuran yang baik, saran untuk senantiasa bersabar. Sabar dalam merespons suatu peristiwa. Sabar ketika mendengar kalimat berikutnya yang langsung melatih kesabaranku saat itu juga, wkwkwk. Sabar yang rasanya memang sudah mulai luntur dari hati ini sewaktu itu.

Sabar selayaknya sikap para nabi yang diceritakan dalam Qur’an. Seperti Yusuf AS, yang tetap bersabar setelah dikhianati saudaranya. Yang tetap sabar setelah difitnah dan menjadi korban tipu daya wanita. Juga ketika lebih memilih berada di penjara meski tidak melakukan hal yang tercela. Atau seperti sang ayah, Ya‘qub AS, yang lebih memilih untuk bersabar meski sudah dibohongi oleh anak-anaknya sendiri. Sabar ketika dikelilingi oleh orang-orang yang senantiasa menganggap baik hal-hal yang sebenarnya buruk. Sabar ketika hari-hari rasanya semakin terpuruk.

Dalam satu surat Yusuf saja bisa digambarkan bahwa sabar memang bukanlah perkara yang mudah dan cukup dilakukan sekali-dua kali saja kemudian sudah. Tidak seperti itu. Perlu keteguhan hati yang kuat dan tentu ikhtiar yang hebat dalam menjalankannya. Perlu tidak hanya sekadar akal yang sehat, namun juga keimanan yang lekat di dalam hati ketika mengusahakannya. Sesuatu yang jarang dijelaskan di buku-buku “kiri” apalah itu.

Yah, mungkin memang sudah seharusnya untuk mulai membaca sumber primer lagi setelah sekian lama. Belajar tentang sabar. Belajar tetap menahan diri meski sudah dibohongi berkali-kali. Belajar berkompromi sekali lagi meski emosi sudah mencapai titik yang tinggi. Kembali bersabar, meskipun memukul balik juga tindakan yang benar, setelah berulang kali ditampar sampai memar.

Mencoba memahami kembali, bahwa sabar juga merupakan bagian yang tidak kalah penting dalam rangkaian perlawanan. Perlawanan dalam menghadapi berbagai macam kezaliman dan pengkhianatan yang kian gamblang.

*****

Terima kasih Tuhan, karena sudah menganugerahi teman-teman baik yang selalu mengingatkan.


#1902026

Category: Cerita Tidur

SCAN or CLICK!

Pindai atau klik kode QR! Dukung kami dengan cara membelikan obat tidur 😉

Recent Posts

  • Melewati Lebaran
  • Sabar…
  • Memaafkan Matamu!
  • Adios Amigo
  • Ra Away

Archives

  • 2026 (2)
  • 2025 (6)
  • 2024 (6)
© 2026 Tidurteratur.com | Powered by Minimalist Blog WordPress Theme