Judul tulisan ini terinspirasi dari buku kumpulan puisi karya M Aan Mansyur yang berjudul “Melihat Api Bekerja”.
“Akan kuhentikan tahun-tahun diamku demi mengatakan kau cantik. Setelah itu, aku bunuh diri,” tulis Aan Mansyur
“Luweh! Sebab kamu pasti bakal sangsi dan juga nggak begitu peduli,” tambahku
“Hari ini kamu aneh”
“Bukankah setiap hari aku aneh?”
“Tidak, hari ini kamu lebih aneh”
“Tidak, hari ini aku hanya menjadi diriku sendiri (kembali)”
Setelah hari-hari yang entah
Setelah hati-hati yang gundah
Setelah perjumpaan yang.. sementara sleep call sik wae wis dianggep cukup
Dicukup-cukupke. Huffttt..
Di sudut duduk yang menghadap jalan
Di duga-duga ujung pekan yang tanpa kepastian
Di hiruk-pikuk pengunjung kedai yang datang-pulang
Sebelum lima sore
“Apa?! Sedang memikirkan apa??” tanyamu
“Nggak ada”
“Hanya hal-hal yang menyenangkan,” batinku
Aku hanya tidak menyangka, lalu-lalang di jalanan bisa seelok itu. Sophisticated
Pantas kalian tadi betah berlama-lama menatap ke sana
Kenapa ya? Kok bisa? Apa karena tiap-tiap dari mereka memiliki tujuan?
Kemudian, “Apa yang kamu lakukan kalau lagi nggak punya tujuan?”
“Nggak ada, nggak ngapa-ngapain. Salah tanya sama aku”
Padahal ini bukan perkara benar atau salah
Ini perkara “Nek kowe ki ngopo?? Mbok menowo bedoo”, hmm..
Kenapa kita selalu berpikir panjang
Pada hal-hal yang kita gandrungi
Kenapa tidak pendek saja?
Seperti Adam, ketika rela melanggar pantangan, dan tau bakal terusir dari surga saking besarnya rasa cintanya
Ataukah rupanya karena kita tidak segandrung itu?
Bukankah di donya yang fana pun tak begitu mengapa?
Asal tetap bersama Hawa
Asal tetap bersamamuu
Nggak buruk-buruk amat
Toh, Sang Pencipta Maha Baik sejak dulu kala
Congor nyinyir society yang tidak
Lalu, masak nggak ada satupun?
Ada dong.. Pasti ada.. Tapi pasti ya begitu
Kalau karena kurang rupawan, pasti karena melarat ya?
Atau karena Bapak-Ibu nggak suka?
Atau karena beda agama?
Atau karena koyo aku, dipenging ngalor-ngulon?
Ah.. nggak tau, terlalu personal katamu
Jadinya ya nggak ada
Semua masih rumit
Dan “di saat yang tepat, di waktu yang tepat” menurutku is another bullshit
Padahal yang begitu-begitu nggak melulu tepat waktu
Bisa tiba-tiba dan sewaktu-waktu
Fluktuatif
Karena segala yang terlihat mudah, tak selalu benar-benar mudah
Nggak segampang di sinetron-sinetron Korea
Kecuali bagi mereka-mereka yang beruntung
#23052024